Senin, 19 Mei 2014

lentera kehidupan

                                       NOSTALGIA CINTA REMBULAN


April 2000


malam disapa cahaya rembulan
menidurkan jiwa dalam dekapan kekasih
bermesraan menyemai cinta
kupu-kupu diam disapa rembulan
wahai kupu-kupu mengapa engkau berduka
kupu-kupu menatap rembulan
cintaku telah kuhabiskan dengan bunga kekasihku
sehingga tidak tersisa karena wanginya harum cinta
sehingga tidak tersisa karena begitu dasyatnya cinta
dasyatnya cintaku patahkan sayapku
terkena duri sang bunga saat bercinta
rembulan tenggelam dalam pelukan awan
diam tak tampak
merenungi untai kata kupu-kupu
dalam merenung rembulan berkata
begitu dasyatnya cinta
sampai kupu-kupu terluka karena cinta
aku selalu menyuburkan cinta
sementara aku tidak punya cinta
kupu-kupu menjawab
bagaimana engkau tidak punya cinta ?
padahal cinta begitu indah
walau disertai luka dan merana
membangkitkan jiwa membakar rasa
rembulan diam tenggelam dalam awan
merenungi untai kata kupu-kupu
mengapa harus ada cinta kalau hanya untuk terluka ?
mengapa harus ada cinta kalau hanya untuk merana
renung sang rembulan
renungan rembulan didengar sang awan
awan diam dan mencium wanginya cinta
dirasakan dan berkata
cinta begini indah mengapa engkau terluka
cinta begini indah mengapa engkau merana
rembulan diam dan tenggelam dalam awan
merenungi makna cinta sang awan
rembulan berlalu pergi mencari cinta
ditemukan cinta dan dicumbu rasanya
tiada terluka karena cinta
tiada merana karena cinta
bagai cinta sang kupu-kupu
sebab cinta rembulan adalah rasa bukan nafsu
wahai kupu-kupu sapa sang rembulan
campakkan nafsumu rasakan aroma cintamu
tiada terluka karena cinta
tiada merana karena cinta
bila kau merenung untuk menyesal
kapan kau sampai pada Tuhan ?
tapi merenunglah untuk mencari cinta
sehingga kau dapat bercengkerama dengan Tuhan
walau nyawamu masih di raga







Tidak ada komentar:

Posting Komentar