MIMPI MENGGAPAI REMBULAN
Bendungan, 12 Mei 2004
anak kecil berpakaian kemiskinan
gelapnya malam adalah rumahnya
berselimutkan dinginnya malam
melihat langit dan berkata
begitu kayanya langit dengan bintang
dan cahaya rembulan
aku ingin hidup di sana
melupakan penderitaan
dalam tidur dia bermimpi
terbang dibawa angin
tersenyum dengan kenyataan
karena keinginannyaterwujud
digapainya bintang dipeluknya rembulan
dia tersenyum dalam lelap mimpinya
rintik - rintik hujan membangunkannya
tersadarkan dari mimpi
dia duduk termenung
tangannya tidak menggenggam bintang dan rembulan
kedua tangannya kosong
dibolak - balikan tetap kosong
bangkit lalu berjalan
wahai bintang dan rembulan, katanya
kau tidak berada di tanganku
tapi kau di dalam hatiku
membuat senyum langkah hidupku
kembali sang anak berpakaian kemiskinan
walau dihatinya ada bintang dan rembulan
kembali sang anak berpakaian penderitaan
bertemankan kelaparan
dia tersenyum telah datang malam
ingin bermimpi menggapai rembulan
kelaparan yang bertali - tali
membuat dia tidur selama - lamanya
jasadnya seharga dengan kemiskinannya
dia terbang dan duduk dalam taman
tidak ada bintang dan rembulan
dia berharap mimpi tidak segera berlalu
rintik hujan tidak membangunkan tidurnya
dia tersenyum dalam tidur keabadian
mimpi itu tidak pernah usai
mimpi itu adalah kenyataan
kenyataan dalam tidur keabadian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar