wahai saudaraku surat ini ku tulis dengan tinta cinta dan kertas kasih sayang
dari lubuk hati yang paling dalam dan cinta yang membara
hanya satu tujuan yaitu demi keselamatan kita bersama
aku telah mendengar dari angin malam yang dibawa merdunya kicau burung
dari mulutmu yang sangat mulia telah keluar kata - kata tidak pantas diucapkan
untuk menyebut kepada saudaramu yang telah nyata keislamannya, keimanannya
mengapa kata- kata itu tega kau sematkan pada saudaramu seiman dan seislam
tiada takut dihatimu kulihat dari sini, malah kebanggaan yang ku temui
kata - kata itu sangat ringan keluar dari mulut mu yang sangat mulia
menuduh saudaramu dengan sebutan : ahlu bid'ah, tersesat, kafir, musrik dan kata keji lainnya
sampai kapan kata - kata itu berhenti dari mulutmu untuk meringankan hisabmu
atau dirimu seperti Tuhan pemilik rahasia hati sang hamba
mengetahui lubuk hati paling dalam yang tidak juga para malaikat tahu akan isinya
bahkan iblis laknatullah tidak diizinkan untuk mengetahuinya
tapi mengapa sampaihari ini timbangan anal burukmu setiap hari kamu tambah dengan kekejian
sampai kapan sadarmu akan kekejian ini atau dirimu tak akan pernah sadar akan kenistaan ini
atau dirimu tidak pernah bercermin untuk berkata pada dirimu di dalam cermin
bahwa kekejian ini mengapa tidak dihentikan
sadarlah wahai saudaraku sebelum hijab burukmu tersingkap dihadapan Tuhan mu
apabila kau baca tulisan ini dan dirimu belum terbuka hatimu untuk sadar diri
maka bacalah tulisan ini sekali lagi atau berulang kali selama matahari terbit dari timur
sampai sadar dirimu membangunkanmu dari tipu daya hawa nafsu kekejian itu
aku akan menunggu dengan sabar dan sangat sabar akan kesadaran dirimu
semua ini aku lakukan untuk keringanan hisabmu dihadapan sang Khalik nanti
apabila dirimu juga belum sadar dan diriku sudah terlelap tidur di liang lahat
aku akan tetap berdo'a untuk dirimu akan kesadaran kekejian itu
apabila dirimu tetap tidak sadar juga maka aku tetap berdo'a untuk kesadaran dirimu
do'aku selalu ku panjatkan siang dan malam setiap waktu dan setiap detik
wahai saudaraku kutunggu sadarmu di pintu rahmat Tuhanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar