DERITA SEORANG CALL GIRL
bendungan 2000
seorang call girl berkata pada sang waktu
bercerita menumpahkan seluruh beban jiwa
dua anaknya terlahir dari ribuan bapak
menikmati tubuhnya lalu mencampakkannya
dipandangnya dengan tatapan yang kosong
dia bersandar pada pundak sang waktu
air mata melukai hati, harga diri telah pergi
pergi dipeluk hawa nafsu lalu dicampakkannya
berapa kali dia dipeluk hanya sang waktu yang tahu
kini entah kemana dan dimana harga dirinya
karena harga dirinya sudah tiada
dia bercermin pada kaca kehidupan
yang terlihat bukan dirinya
namun wajah para pemujanya
datang menikmati lalu mencampakkannya
setan memberi mahkota kehormatan pada dirinya
sebagai ratu kematian jiwa
karena setan bisa istirahat menggoda insan
sinar rembulan menyapa mayapada
duduklah call girl dalam kesendirian
dia menatap sang rembulan
dia bertanya, dimana harga diriku ?
saat aku bercermin yang terlihat bukan diriku
ku cari harga diriku tak ada dalam diriku
maukah engkau membantu mencarikan untukku
sang rembulan tersenyum cahayanya membelai
wajah sang call girl
harga dirimu dalam bara nafsumu
kau telah membakarnya sehingga sirna tiada
tanyalah pada sang waktu kapan bara itu padam ?
ambillah harga dirimu sebelum padam kehidupanmu
sang call girl duduk merenung
memikirkan kata sang rembulan
dicari sang waktu dan bertanya
kapan hargadiriku kembali dari bara nafsu ?
aku lelah mencarinya tak ketemu juga
maukah kau membantu mencarikan untukku
sang waktu merenung lalu berkata
harga dirimu akankembali untukmu
setelah kau membakar hawa nafsumu
dalam tungku air mata penyesalan
tungku itu kau bakar dengan bara ketaqwaan
dalam mangkuk rahmat Allah
maka pecah terbakar hawa nafsumu
dan akan terlihat harga dirimu
cepat lakukan sebelum padam kehidupanmu
setan menggelepar mendengar kata sang aktu
bara hawa nafsu disiram dengan air mutiara bisikan
untuk membakar hawa nafsu sang call girl
tungku air mata penyesalan telah dibakar
diaduk dengan sendok taubat
setan menangis menggelepar
karena rahmat Tuhan telah memadamkan gelora cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar